Wednesday, July 10, 2013

Siasat Menghadapi Anak GTM

Hi blog...long time no see yaa, hahahaha *sapu sapu debu disudut-sudut blog*
Kali ini bunda kembali dengan siasat menghadapi daris yg gtm, versi bunda. Daris itu memang dari mulai kenal mpasi sampe sekarang termasuk anak yang pinter..pinter nolak makanan maksudnya hahaha. Kritis niye ceritanya, ga bisa sembarangan masuk makanan gt *menghibur diri*

Makanya sejak umur 6 bulan, roller coaster mpasi pun dimulai, semua bentuk penolakan terhadap makanan yg bisa dilakuin sama anak bayi udah dilakuin deh sama daris. You name it, mulai dari geleng-geleng, ngelepeh, nangis, teriak-teriak, ngemut, ngemut yg akhirnya dilepeh sampee ditepis pake tangan *gaya bner yee nih anak*

Karena cukup malang melintang di dunia per GTM dan GMM an, bahkan sampe skrg masih terus berjuang *tepok jidat* boleh lah ya bunda bagi-bagi tips, terutama sih untuk pengingat bwt bunda sendiri.

1. Variasi menu setiap hari

Yg ini nasehat klasik yg kadang susah eksekusinya *maklum ye, sering kumat malesnya*. Tapi ini niscaya ampuh banget, jadi wajib tiap hari ganti menu, kalo bisa makan pagi dibedain sama maksi maksor. Ga cuma lauk macem protein ataupun serat (sayuran), makanan pokok pun harus di variasikan. Misalnya nasi, kentang, ubi, jagung, makaroni, dkk.

2. Sediakan cemilan sehat

Yang ini juga wajib hukumnya, semacam puding ataupun kukis homemade yang less sugar. Jadi sambil main pun bisa diselipin dikit2 makan satu-dua biji kukis daripada stress mikirin makanan utama yg ga abis-abis atau di emutin melulu. Dan daripada giliran anaknya laper yang tersedia malah makanan atau cemilan yang tidak sehat, lebih baik kita sediakan cemilan yang sehat.

3. Sedikit tapi sering

Minimal anak makan 5x sehari (untuk yang 12 bulan ke atas). 3x makan utama, dan 2x cemilan. Nahh porsinya disesuaikan nih sama kemampuan dan kemauan anak. Jangan lah dipaksa untuk makan, semakin dipaksa yang ada dia semakin ga mau makan. Anak pusing ibu pun stress, duo kombinasi yang ga cantik sama sekali. Jadi, waktu makan utama kita set sama setiap harinya, dibuat rutinitas. Duduk di hi chair, kalau bisa makan sendiri (tergantung preferensi anak, ada yg suka makan sendiri, ada jg yg senengnya disuapin). Biarkan anak makan sesuka hatinya, sambil dibuat senang, misalkan makan sambil nyanyi2 bundanya, atau sambil nonton video baby *curang dikit hahaha. Sekali lagi, tidak perlu habis. Biarkan anak yang menentukan dia mau makan berapa sendok. Yang penting kita disini menciptakan kebiasaan dan rutinitas makan.

4. Contoh lebih efektif daripada omongan

Daripada kita ngomong berbusa ke anak (yg notabene masih balita) tentang makan biar sehat dkk, lebih baik kita beri contoh langsung makan yang lahap didepan dia. Kalau perlu kita makan lahap makanannya dia (pengorbanan ya bok, hahaha). Beri contoh untuk makan makanan sehat, sayur, nasi dkk. Saat dia makan, usahakan waktunya sama dengan waktu makan kita dan keluarga. Ada satu lagi contoh yang ternyata ampuh di daris, yaitu nonton youtube video anak yang doyan makan. 
*lagi ga bisa masukin video pake tab nih, maklum gaptek hihi..silahkan search aja di youtube dengan keyword 'ian the unstoppable eating toddler' dsb.

Jadi, karena sering bunda pasang video youtube toddler atau balita yang doyan makan, dia pun jadi semangat untuk meniru-niru doyan makan juga. Hihihi

Yah..kira-kira segitu dlu tips yang bisa bunda bagi, karena bunda pun setiap hari masih struggle untuk memberi makan untuk daris yang ternyata butuh strategi melebihi strategi perang *wakakakak lebaay

Soo..bunda-bunda dimanapun, tetap semangat yaa memberikan yang terbaik untuk buah hatinya. Karena kelak kita pasti memanen buah yang kita tanam dan pupuk setiap harinya :)

Semua hal pasti butuh proses dan tidak ada yang instan, sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit *seperti kata pepatah.

Ciayo!!!

No comments:

Post a Comment